#test #test

Indonesia's One Stop Dance Information Portal

Sensasi Hiphop di Kejurnas Dansa IX 2014

Ballroom Grand Eastern Bandung saat itu riuh suara penonton. Penonton antusias menunggu sesi penampilan selanjutnya dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dansa IX. Saat pembawa acara menyebutkan, “Sesi selanjutnya adalah sesi hip-hop”, penonton bersorak.

Kejurnas Dansa IX tahun ini menjadi berbeda berkat kehadiran cabang hip-hop. Gerakan enerjik dan dinamis diiringi musik hiphop membangkitkan adrenalin penonton hingga bersorak. Kejurnas ini melibatkan hiphop crew dari Balikpapan, Cirebon, Bandung, dan Surabaya.

Sepuluh crew hiphop bersaing ketat dalam kejuaraan ini. Kesepuluh crew tersebut adalah Last Minute Street Crew dari Surabaya, HeavyBuckStylez dari Surabaya, Sniper Dance United dari Cirebon, Black White Crew dari Bandung, Rocket Crew dari Bandung,

Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memutuskan hiphop sebagai salah satu dari lima cabang tarian yang dipertandingkan dalam Kejurnas Dansa IX ini. Empat lainnya adalah standard, salsa, latin, dan line dance. Lima cabang tarian ini nantinya juga akan dipertandingkan dalam PON 2016 di Jawa Barat.

Menurut Ketua Umum IODI, Heru Sutantio, IODI telah mengajukan 27 cabang olahraga dansa untuk dipertandingkan di PON 2016. Namun pihak KONI hanya menyanggupi 15 cabang olahraga dansa. Padahal, terdapat 53 cabang olahraga dansa yang terdaftar dalam International Dancesport Organization (IDO).

Hiphop baru saja disahkan oleh KONI pusat untuk masuk menjadi salah satu cabang olahraga dansa. Alasannya, IODI dan KONI melihat animo yang besar dalam hiphop. Pengesahan ini menjadi angin segar bagi para pegiat hiphop dance. Dan kota Bandung ditunjuk untuk menginisiasi pergerakan olahraga dansa hiphop di Indonesia.

Salah satu pegiat hiphop dance, Seffy Steven, menyatakan masuknya hiphop sebagai cabang olahraga dansa secara tidak langsung akan mendukung dancer hiphop bersaing ke luar negeri. Beberapa tahun terakhir, kompetisi-kompetisi seperti Kratingdaeng Power Dance, Dance @Live Indonesia, dan Indonesia Dance Delight mampu menampung hasrat berkompetisi para dancer Indonesia. Para pemenang dari kompetisi tersebut selanjutnya berangkat ke luar negeri untuk bertanding secara internasional. Ia juga menuturkan hiphop di Taiwan sudah didukung pemerintahnya sejak tahun 2010.

Namun hiphop sebagai olahraga dansa masih diperdebatkan. Pasalnya, hiphop bukan termasuk genre tarian ballroom seperti line, salsa, latin, dan standard. Oleh karena itu, IODI pun menetapkan kriteria penilaian yang berbeda untuk genre hiphop. Heru mengatakan ada empat kriteria dalam penilaian hiphop, yaitu teknik, musikalitas, sinkronisasi, dan presentasi.

Hiphop akan diikutsertakan dalam Pra PON tahun depan di Jawa Barat dan diikutsertakan dalam PON 2016 tanpa eksibisi”, ujar Deddy Ratmoyo, Wakil Ketua Umum 1 IODI Bidang Prestasi, ketika diwawancarai di Grand Eastern Bandung, Sabtu (23/8).

Pada Kejurnas Dansa tahun ini, Rocket Crew asal Bandung menyabet juara pertama. Lalu juara dua dan tiga dimenangi oleh HeavyBuckStylez dan Last Minute Street Crew asal Surabaya.

mtf_lCCti_102(1)

Writer : Muhammad Alif Hudanto