#test #test

Indonesia's One Stop Dance Information Portal

DANSHARE by Gigi Art of Dance

Keterbatasan fisik dan pikiran terkadang menjadi halangan seseorang untuk berkarya dan berekspresi khususnya di bidang seni tari. Halangan tersebut bisa datang dari diri sendiri atau masyarakat yang memandang sebelah mata dan memberikan stigma bahwa fisik dan pikiran yang sehat adalah syarat mutlak untuk berkarya.

Begitu juga halnya persepsi yang terdapat pada dunia tari. Umumnya agar seseorang bisa berkecimpung di dunia tari akan membutuhkan kekuatan fisik, pikiran dan emosi yang prima. Alasan tersebutlah yang seringkali menjadi hambatan dan seolah seni tari adalah hal yang mustahil untuk orang dengan kebutuhan khusus, seperti penyandang tuna rungu dan down syndrome. Persepsi ini tentunya tidak dapat dibernarkan, karena bagi penyandang tuna rungu, dengan keterbatasan berbicara dan mendengarnya, tari bisa menjadi salah satu media untuk mereka berekspresi lewat gerakan dalam menyampaikan perasaan mereka. Begitupun dengan penyandang down syndrome, tari dibuktikan membantu mereka untuk menjadi lebih fokus dan melatih pikiran mereka ke arah yang lebih positif serta melatih kerja otak.

Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi Gigi Foundation dan Gigi Art of Dance untuk sesama dan dunia seni,  bekerjasama dengan Ikatan Syndroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Tuna Rungu SEHJIRA, mereka memberikan platform kepada para pecinta seni tari dengan kebutuhan khusus ini melalui pertunjukan seni tari yang akan ditarikan oleh 44 murid Gigi Art of Dance yang akan berangkat ke Amerika dalam misi budaya.

Pada tanggal 9 Juni 2013 yang lalu, di Balairung Soesil Soedarman Gedung Sapta Pesona Kantor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mereka menggelar pertunjukan seni ini yang bertajuk “DANSHARE” – Share Through Dance, Care to Share, yang juga merupakan preview untuk pertunjukan yang akan mereka bawa dalam tour nya ke Seattle, New York, New Jersey, Maryland dan Washington DC.

Isi dari tarian yang dibawakan pada DANSHARE ini terinspirasi dari budaya Indonesia yang beraneka ragam yang diinterpretasikan dan dipadukan dengan gerak kontemporer. “Di dalamnya ada tari jawa, topeng, kuda lumping yang dipadukan dengan ballet, jazz, hiphop pokoknya jadi kayak gado-gado deh” ungkap Gigi, choreographer dan director dari pertunjukan ini.

Memang benar, penonton pun mendapatkan “bumbu” tersendiri ketika melihat kuda lumping yang bergerak lincah dengan aksen hiphop serta para srikandi dengan panahnya melakukan pose dalam arabesque position. Sungguh perpaduan yang unik nan menarik.

DanShare - Tarik Bali dan Kecak

DanShare – Tarik Bali dan Kecak

Suasana ruangan mendadak haru dan terpesona ketika sesi kolaborasi tarian dari murid Gigi Art of Dance dengan anak-anak dari ISDI dan SEHJIRA. Mereka menari mengikuti alunan musik yang indah, walaupun dengan keterbatasan pendengaran, mereka on beat lho! Terlebih lagi perasaan mereka pada saat itu dapat tersampaikan melalui gerak tubuhnya. Tak sedikit penonton yang meneteskan air mata pada sesi ini.

DANSHARE - Kolaborasi tarian Gigi Art of Dance dengan ISDI & SEHJIRA

DANSHARE – Kolaborasi tarian Gigi Art of Dance dengan ISDI & SEHJIRA

“Ini merupakan pengalaman baru dan tantangan buat saya, bagaimana saya mengerti behaviour dari anak-anak tersebut, mencari dan menciptakan moment untuk mendapatkan mood mereka dan bagaimana memberikan cue bahwa pada saat ini gerakannya apa, dsb” cerita Gigi ketika ditanya tentang proses latihannya.

Diharapkan melalui pertunjukan ini, penonton tak hanya terhibur dengan seni tari budaya Indonesia yang dikemas secara modern namun juga mendapatkan pesan bahwa seni tari dapat dinikmati dan diapresiasi oleh siapapun tanpa melihat kekurangan fisik dan pikiran.

And yes, the most important thing and the absolute purpose in dance is to express yourself and have FUN!