#test #test

Indonesia's One Stop Dance Information Portal

Dancer: Bussiness Oriented or…?

Dunia street dance selalu menarik untuk dibahas karena ketika kita berbicara street dance maka kita berbicara budaya yang telah mendunia. Standar tinggi telah ditetapkan oleh berbagai penari di berbagai belahan dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang relatif baru dalam mempelajari dunia street dance.

Idealnya dunia street dance kental dengan semangat support komunitas. Walau dipopulerkan oleh dunia hiburan mainstream, tapi komunitas lah yang membuat street dance terus berkembang seperti sekarang.Hubungan sosial antar individu dalam komunitas selalu berhasil memacu semangat untuk meningkatkan keahlian dan inovasi untuk menemukan gaya masing-masing yang unik. Street dance menunjukkan bahwa keterbatasan fisik manusia tidak berarti membatasi kemungkinan seni yang bisa dihasilkan oleh tubuh manusia. Macam-macam style telah berkembang di bawah kategori street dance, ada popping, locking, breaking, housing, waacking, vogue, dan masih banyak lagi.

Dunia street dancer tidak akan berkembang pesat apabila hanya berkiblat pada dunia mainstream, oleh karena itu para street dancer ,selain berkutat di bisnis hiburan, akan asyik kalau lebih terlibat lagi di kegiatan komunitas supaya lebih terpacu untuk meningkatkan skill. Lalu bagaimana sebenarnya dinamika dunia street dance di Indonesia ini?

Berikut hasil ngobrol tim njoged.com dengan teman kami Suzan Natanael dari Kokoba Crew:

Njoged.com : Bagaimana pendapat Suzan ketika penari itu lebih mementingkan popularitas dan bisnis dibanding peningkatan skill atau support komunitas?

Suzan : Yah sebenarnya itu kan merupakan kebebasan masing-masing orang untuk karirnya sendiri. Tujuan orang berkarir itu memang berbeda-beda ya. Cuma menurut aku yang menjadi masalah adalah ketika orang-orang menyuarakan tentang dance scene yang seolah-olah mereka murni concern mengenai hal itu dan bahwa memang itulah tujuan utama mereka. Tapi ternyata kok tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Apa yg mereka bicarakan, lebih kepada bagaimana membuat dirinya punya tempat tersendiri di mata orng lain. Terus ada juga yg bisnis berat yang akhirnya segala sesuatunya di bisniskan dan dance yg dikelola jadi ga beraturan. Arah edukasinya jadi ga jelas. Oh ya aku si ga haters sih sebenarnya hahaha.Semuanya kembali ke diri orang masing2 sih, cuma ya dampaknya itu ke next generation nya sih

Njoged.com : sebenernya idealnya neh ya kan ketika kita pengen mendalami dance secara menyeluruh kita lebih baik menjadikan itu sebagai profesi kan. Nah sebenernya menurut Suzan sejauh mana bisnis itu bisa dipentingkan dibandingkan seni?karena ya dancerkan juga perlu makan,minum dll

Suzan: Betul sekali. Yep business is business namun juga harus berbanding lurus dengan apa yg kita lakukan. Balance lah, di satu sisi kita spread the right thing namun disisi lain ya kita juga harus pintar pintar memutar uang kan, agar semuanya balance hehe. Right thing. Mengacu kepada kondisi scene kita sekarang ini, kalau semuanya terlalu dominan di bisnis nanti malah jadinya ga karuan. Ini menurut saya. Karena kita masih berkembang. Masih pada tahap baru ngerti tentang ini dan itu. Kecuali seperti negara lain yang emng kehidupan dance nya udah maju. Sudah tau mengenai berbagai informasi. Sayangnya kita belum punya punya pihak yg mensupport aktivitas kita. Karena aku blajar dari Singapore (maklum yah cm pernah ke SG doang hihihi), mereka punya wadah anak-anak muda contohnya SHINE Youth Organization. Jadi ibaratnya mau cari uang di dance juga jadi lebih mudah dan tersupport

Njoged.com: oh ya ceritain tentang SHINE ini dong..tampak menarik. Apa keberadaan wadah seperti ini sangat mendukung idealisme anak-anak muda khususnya di bidang tari?

Suzan: Iya donk, bukan cuma dance aja, apapun yang dikerjakan sama anak muda itu biasanya ada Shine untuk mendukung. Aku sih ga tau lebih jauh ya, apa kah semuanya sudah pasti didukung atau mereka seleksi dulu, yg pasti setiap aku menghadiri event disana pasti ada Shine. Jadi anak muda pny comunitas yang membuat mereka lebih menyatu. Komunitas itu penting banget! Apa lagi buat dancer kayak kita yaaa. Karena komunitas itu saling mendukung dan menguatkan juga tempat kita berbagi informasi. Nah makanya, dance scene di sana tumbuhnya pesat banget. Sebagai perbandingan kalau kita disini baru mulai belajar “what is hiphop”, disana di tahap “I do my style, you do your style”. Haha

Njoged.com: ternyata suasana kondusif untuk komunitas itu sebegitu pentingnya ya untuk menjaga kemurnian idealisme dancer..

Suzan: Tuuullll. Tp seneng juga sihhh sekarang sudah pada makin ingin tau tentang dance. Keingintauan para dancer tentang apa yg mereka lakukan itu sekarang makin pesat. Gapapa lah ada yg sok tau dikit, ada yang show off dikit, menandakan scene nya makin seru hehe. Sekarang Indonesia sedang mengalami hal tersebut. Hehe selangkah mengejar Singapore nih kita

Njoged.com: kan aku sering berbagi info kelas/workshop dance yang ada di Indonesia. Kemarin pernah nemu orang yg bilang kayak gini “saya tidak begitu tertarik denga kelas yang seperti itu,, saya lebih apresiatif jika ditawarkan job/perform”. Cuma ya kurang tau skillnya sehebat mana sampai bisa bilang begitu. Gimana tuh menurut Suzan?

Suzan: Nah itu balik lg sih ke prioritas masing-masing. Ada maunya Cuma perform, karena mungkin lebih gampang, latihan sedikit dapat uang. Karena some people merasa ngapain latihan, toh gue begini udah bisa cari uang. But some people , konsen ke skill, visi and misi buat kehidupan dance nya, dan mimpinya yg sangat tinggi di dance. Kebanyakan orang yang ngomong begitu itu karena mereka belum lihat dunia luar seperti apa, mungkin informasinya kurang, atau dia udah merasa jago. Banyak hal yah.. Tapi balik lagi ke fokusnya pribadi masing-masing. Tugas kita sebagai orang-orang yang sudah ngerasain betapa pentingnya skill itu adalah menjelaskan dan share ke teman-teman kita yang lain tentang apa sih yang seorang dancer harus miliki itu. Of course kemuampuan menari! Dan gmn sih cara nya, practice! Take classes!

Njoged.com: Nah kasus gitu kan bisa mewakili bahwa sebenernya banyak orang yg menyebut (bangga) menjadi dancer, tapi ternyata ga peduli dengan aspek penting dari seorang dancer yaitu berlatih sebanyak-banyak dengan belajar dari sebanyak2 yg bisa mengajar. Apa sebenernya yang salah dari sistem kita sampe orang2 ga peduli sama nilai2 seni dance tapi lebih penting job sebanyak apa yg mereka dapat?

Suzan: Yg mempengaruhi adalah, (in my opinion) begitu banyaknya peluang2 entertaiment utk dancer2 tanpa adanya standart kemampuan utk para talent. Yg penting bisa gerak, didandanin, ngeramein, dapat duit. Banyak pertunjukan cuma butuh massa yg at least bisa gerak2 gak kaku.Utk backing dancer. Utk menuhin panggung. Makanya kan bnyk yg latihan siang, sore udah manggung, wahh gampang banget kan, skill nomor sekian.

Njoged.com: seriusan begitu tohh :O. Koreografinya bagus ga?

Suzan: Wahh iya tu aku pernah digituin lip, strrress aku hahahah. Yahh koreografinya… begitulah.Krn mental orng2 dsini juga ms ada yg ngngap kl uda nari di tipi itu artinya udah propesional. Waktu aku undang Aus Ninja.You know he lives in hiphop culture. He does waaking. He knows waaking from vere very roots. And dia ngajarnya banget banget teknik.Which is itulah yg harusnya kita dapetin dr sebuah WORKSHOP. Tapi lalu ada yg bilang bahwa “Ga enak yahh workshop nya, cm teknik2 aja. Bukan koreo”. Padahal tidak kah anda sadari bahwa masing-masing orang bisa membuat koreonya sndiri with their own style, of course with THE RIGHT TECHNIQUE. Bnyk orang ga sadar

Njoged.com: Setuju2 belajar teknik dari youtube beda sama dari kelas.. >_> jauhh

Suzan: Jauuuhhhh

Njoged.com: Klo kita ngomongin bisnis dan popularitas itu berarti kan ga jauh dari dunia industri hiburan, yang memang secara otomatis menawarkan dua-duanya. Kalau mereka ternyata emang ngeset standar narinya jelek, apa ada yg bisa kita lakukan utk ngubah standar mereka?Kan kali aja dgn perubahan standar ini dancer2 jadi lebih semangat belajar

Suzan: Nahhh kan skrng nih udah banyak yang bergerak. Tahun ini banyak dancer luar yang masuk ke Indonesia dan share about dance. Semakin banyak yang datang, semakin banyak partisipan, semakin bnyak yang haus akan ilmu, semakin banyak yang jago, semakin tinggi juga persaingan nya.Itulah pentingnya saling support dan mau bergerak untuk the scene

Njoged.com: Jadi sebenarnya kita hanya bisa berharap supaya industri hiburan catch up sama gejolak baru dance scene kita ya. supaya standarnya naik, jadi dancer juga makin semangat. Nah sebenernya tips dari Suzan utk balancing bisnis dengan idealisme itu gimana seh?Kasarnya gimana Suzan bisa makan hanya dari dance aja tanpa harus tampil di tv tiap hari

Suzan: Idealis tak berarti tidak berbisnis. Yg saya percayai dan pegang sampai sekarang adalah terus belajar, dan bentangkan sayap kemanapun, dan aku percaya sih, money will follow you. Karena saya percaya sejauh mana kita berkorban sejauh itulah apa yg akan kita dapatkan.Reward. Kenyataannya, semakin kita menggali lebih dalam, latihan lebih keras, mengasah skill, orang-orang akan lihat kemampuan dan pencapaian kita, kita bisa ngajar, bahkan bisa buka bisnis dance sndiri. Ga menutup kemungkinan utk malah bisa go international yg semakin lama semakin membwa kita lebih jauh ke jalan yang benar. Hehe. Dan smuanya juga berkaitan dengan bagaimana kita membawa diri, be real! seperti kalau kita liat diluar sana kenapa sih orng2 bisa mahal banget satu jam nya fee minimal US$500. Karena mereka layak “dihargai” segitu. Kita ga pernah tahu berapa tahun mereka belajar, berapa kali mereka gagal, berapa kali mereka bangkit lagi, berapa lama akhirnya mereka berhasil, berapa uang, waktu dan tenaga yg udah mereka korbankan

Suzan Natanael.
Suzan Natanael. Kokoba Crew |Street Disciple Coach| Wendy Rompies School Coach

Suzan Natanael adalah salah satu penari inti dari Kokoba Crew yang telah malang melintang mengajar dari Palembang, Jogja, Samarinda hingga Singapore. Dia pengajar di Street Disciple serta Wendy Rompies School. Bergaul langsung dengan street dancer kelas dunia (dari Aus Ninja, Wrecing Crew Orchestra hingga Marvelous Moon dari I.Am.Me Kru) menjadikan dia salah satu street dancer paling berwawasan di Indonesia.

Njoged.com dancionary:
-haters : Istilah dunia urban untuk orang-orang yang suka menyuarakan ketidak sukaannya akan sesuatu secara terus terang tapi tanpa kritik yang membangun.
-dance scene : kehidupan komunitas dunia tari