#test #test

Indonesia's One Stop Dance Information Portal

1 Jam dengan Hamdi Fabas Part 1

Tak pelak lagi tari hip-hop saat ini sedang berkembang luar biasa di Indonesia. Sekolah tari yang berbau hip-hop makin banyak bermunculan, dan dikelola dengan serius. Demi peningkatan skill, mereka tak segan-segan mengundang penari profesional dari luar negeri untuk mengajar dan menggelar workshop di sini. Semuanya antusias dan belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan sudah sampai tahap membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Lalu bagaimana dengan tari tradisional sendiri? Apakah sudah semakin dipinggirkan oleh para penari muda Indonesia? Ketika usaha penolakan sudah tidak mungkin lagi dan pelestarian budaya harus tetap diteruskan, apa yang harus dilakukan?

 Njoged.com mencoba mengupas masalah ini bersama salah satu pelaku tari hip-hop Indonesia, Hamdi Fabas. Hamdi telah berkeliling Indonesia sebagai juri kompetisi tari dan juga pengamat perkembangan dunia bboy Indonesia. Dengan berbekal pengalamannya yang panjang, Hamdi mencoba berbagi pendapat dan pemikirannya.

Sebelum masuk ke inti artikel kami kami sadar sepenuhnya bahwa ketika kita bicara tari hip-hop maka kita akan berbicara tentang breaking. Karena inilah elemen original dari tari hip-hop. Tapi untuk artikel ini kami menggunakan istilah tari hip-hop untuk mencakup semua street style yang ada.

Berikut adalah rangkuman dari percakapan dengan Hamdi Fabas:

 


MASUKNYA BUDAYA HIP-HOP KE INDONESIA

Ketika pertama kali masuk ke Indonesia tahun 80-an istilah yang dikenal adalah breakdance. Dari generasi itu pun hingga sekarang masih eksis (bisa dilihat di sini). Breakdance mulai mewabah karena paparan media melalui film seperti FlashDance, Electric Boogaloo dan Breakin’. Tahun 90-an muncul generasi baru dari kalangan tari modern seperti Mahdi, Dadang, Arinto dan masih banyak lagi. Pada pertengahan tahun 90an -sekitar tahun 96- mulai muncul kru-kru breakdance (saya lebih suka memakai istilah breaking, karena inilah istilah originalnya) di Indonesia seperti Jakarta Breaking dan sebagainya. Awal tahun 2000 style yang muncul lebih bervariasi lagi seperti popping, locking dan kru yang bermunculan pun bertambah banyak, di Bandung muncul Dawnsquad, di Surabaya ada Surabaya Kejang.

Walau di Indonesia trendnya sempat naik turun tapi sebenernya di asalnya, pergerakan hip- hop konstan hanya eksposure media saja yang tidak konsisten.
Menurut saya media cukup memegang peranan penting dalam perluasan budaya ini ke Indonesia (dan juga Negara-negara lainnya). Media jugalah yang mempopulerkan istilah breakdance daripada breaking atau bboying.
Media (Amerika utamanya) juga sering menayangkan liputan atau tayangan berbasis hip-hop atau breaking kedalam Video Klip, Video Music Award atau film-film yang membuat budaya ini makin meluas di kalangan anak muda Indonesia pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

 

Hamdi Fabas (courtesy of facebook.com)

PENGARUH BUDAYA HIP HOP

Di negara asalnya, hip-hop merupakan budaya dan sebuah gaya hidup. Itu bisa ditunjukkan dari fashion mereka, bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka turun ke acara pesta, bagaimana cara bergaul, battle, freestyle, DJ, graffiti, dan MC yang merupakan suatu kesatuan.
Perbedaan ras, warna kulit dan lain-lain bukan masalah dalam kultur hip-hop. Kultur ini malah menyatukan perbedaan-perbedaan itu. Saya rasa inilah salah satu alasan mengapa budaya hip-hop mudah diterima di negara lain (termasuk di Indonesia) sehingga bisa dibilang saat ini hip-hop bukan lagi sebagai kultur US saja, melainkan kultur dunia.

Pada umumnya saya rasa budaya hip-hop memiliki pengaruh yang baik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Hip-hop sudah seperti kultur yang menyatukan berbagai negara dengan kultur yang berbeda. Dengan hip-hop walaupun orang yang mendalaminya berasal dari negara dan kultur yang berbeda, bisa bertemu dalam satu bahasa yang sama: hip-hop.

Kita bisa saja bertemu dalam kompetisi-kompetisi internasional dengan peserta multinasional dan mendapati diri kita memiliki keingitahuan dan passion yang sama dalam budaya hip-hop ini.
Hal ini menjadikan kita bisa bergaul secara Internasional dengan satu bahasa yang sama. Seperti olimpiade yang menyatukan berbagai macam olahraga, nah di tari ada yang namanya hip-hop yang menyatukan bangsa yang menjadi suatu kesatuan di bawah naungan hip-hop ini.

Dari sisi pengaruhnya terhadap para dancer hip-hop di Indonesia, saya rasa hip-hop memiliki pengaruh yang bagus dan bukan sebuah budaya yang merusak. Apalagi secara umum menari adalah salah satu cara terbagus untuk memanfaatkan potensi secara maksimal daripada pake narkoba dll. Kita perlu badan yang sehat, dan pikiran yang kreatif untuk bisa berkarya secara maksimal dalam dunia tari hip-hop.

Di Indonesia sendiri, tarian hip-hop yang ada bisa dibilang mengalami percampuran proses kreatif. Terjadi perkembangan yang meliputi proses kreatif dan lifestyle pada kehidupan sehari-hari. Kultur adalah sesuatu yang lahir dari kehidupan sehari-hari, dan yang namanya budaya ya seperti itu. Termasuk norma-norma dan sebagainya.

Dalam konteks budaya hip-hop dan budaya Indonesia, sebenarnya keduanya bisa berjalan bersama dan saling mempengaruhi secara positif. Hip-hop sudah seperti budaya Internasional yang justru bisa mempersatukan perbedaan budaya-budaya yang ada tanpa merusak kelestarian dari budaya yang sudah ada.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa kontes dance yang ada di Indonesia, sudah ada beberapa tim yang menyatukan tari tradisi mereka dengan hip-hop, dengan tidak merusak hip-hopnya, dan juga mengambil elemen tari tradisionalnya dengan sopan. Jadi tidak merusak tradisinya juga.
Hal ini tentu tidak lepas dari proses kreatif dalam suatu kreasi yang original. Walapun belum bisa dibilang belum tercampur dengan sempurna tapi rasanya itu tidak masalah. Karena kita akan terus berkutat sebuah proses pembelajaran.

Bagaimana penari hip-hop Indonesia mempraktekkan tari hip-hop sambil tidak melupakan budaya sendiri. Kita akan bahas lebih lanjut lagi di BAGIAN 2

Comments

  1. […] Artikel ini merupakan lanjutan dari 1 jam dengan Hamdi Fabas part 1 […]